
Komunitas Literasi MAN 2 Kota Malang sukses mengadakan kegiatan Festival Literasi 2025 yang berlangsung sejak tanggal 7 Oktober hingga hari Selasa, 21 Oktober di ruang Auditorium Gedung Sains Terpadu Lantai IV. Acara ini diikuti oleh perwakilan dari kelas X dan XI, serta seluruh peserta lomba Festival Literasi.Dengan mengusung tema “The Last Light & A Knight’s Quest In Shadows”, sekaligus menjadi langkah untuk menumbuhkan semangat literasi dan daya kreatif mereka. Acara ini terdiri atas lomba cerpen dan puisi (Waves of Imagination), story telling (Echoes of Stories), serta pemilihan Duta Literasi MAN 2 Kota Malang tahun 2025/2026 (Guardians of Literacy).”“Festival Literasi ini merupakan acara rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas Literasi bekerja sama dengan pihak madrasah,” ujar Budi Widodo, S.Pd., selaku pembina Komunitas Literasi. “Pusat tidak perlu jauh-jauh untuk melihat literasi di madrasah, cukup datang ke MAN 2 saja, semuanya sudah tergambar di sini,” tambahnya.Sambutan juga disampaikan oleh Kepala Madrasah, Drs. Samsudin, S.Pd., yang hadir mewakili pihak madrasah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. “Narasumber kegiatan tidak perlu mengundang yang jauh-jauh, cukup yang dekat saja. Seperti Bu Rully, beliau sudah memenangkan berbagai perlombaan dan karya-karyanya resmi diterbitkan oleh Kemenag,” ujarnya.Pada puncak kegiatan ini, terdapat dua agenda utama, yakni kelas menulis dan orasi calon Duta Literasi tahun 2025/2026. Di inti acara pertama, para peserta dipaparkan materi mengenai kepenulisan cerpen dan puisi yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan bedah buku.Begitu kegiatan kelas menulis berakhir, dilanjutkan dengan orasi calon duta literasi MAN 2 Kota Malang, yang dinilai oleh Budi Widodo, S.Pd., S.IPI selaku pembina komunitas literasi dan Charissa Vidya Rianti selaku Duta Literasi Tahun 2024/2025. Dengan performa para peserta yang mengagumkan, acara ini sukses membawa hasil yang memuaskan.Melalui kegiatan Festival Literasi ini, siswa didorong untuk menumbuhkan kreativitas serta mengembangkan kemampuan berliterasi dan berpikir kritis secara berimbang. Diharapkan, Festival Literasi 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah inspiratif bagi seluruh warga MAN 2 Kota Malang untuk menanamkan budaya literasi dalam setiap langkah kehidupan madrasah.Penulis: Charissa Vidya Rianti & Qorry Ein

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM- Perpustakaan didirikan bertujuan untuk menunjang pencapaian pendidikan dan program literasi di sekolah, yaitu pendidikan dan pengajaran yang tertuang dalam kurikulum sekolah. Upaya untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut, maka perpustakaan sekolah melaksanakan fungsinya sebagai pusat edukatif, pusat informasi, pusat rekreasi, riset, dan penelitian. Selain itu perpustakaan sekolah bisa menyelamatkan anak didik dari keterpurukan kemampuan berliterasi. Jika dikelola secara kreatif, inovatif oleh pihak sekolah dan guru. Perpustakaan sebagai lembaga penyedia ilmu pengetahuan dan informasi mempunyai peranan yang siginfikan terhadapap lembaga induk serta masyarakat penggunanya. Selain itu perpustakaan sekolah sesungguhnya mempunyai peran untuk meningkatkan literasi membaca peserta didik Indonesia. Oleh sebab itu, perpustakaan sekolah tak boleh lagi sekadar ada dan dikelola seadanya oleh guru. Artinya, diperlukan komitmen dari guru untuk menghadirkan perpustakaan sebagai rumah bagi anak didik dalam berliterasi.Perpustakaan sekolah harus menjadi investasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional dalam mendukung budaya literasi warga sekolah. Perpustakaan sekolah harus menjadi learning centered dan dapat memainkan peran, khususnya dalam membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pendididkan di sekolah. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, perpustakaan sekolah perlu merealisasikan misi dan kebijakannya dalam memajukan masyarakat sekolah dengan mempersiapkan tenaga pustakawan yang memadai, koneksi yang berkualitas serta serangkaian aktivitas layanan yang mendukung suasana pembelajaran yang menarik. Hal itu sesuai dengan arah visi pendidikan di banyak negara maju, yakni membentuk knowledge based society. Masyarakat berbasis pengetahuan memiliki ciri kreatif, inovatif, solutif, demokratis, beretika, pembelajar mandiri, dan pembelajar sepanjang hayat.Dengan demikian, pembenahan perpustakaan sekolah mutlak dilakukan, mulai dari desain tata ruangnya yang dibuat ramah anak, layanannya yang diperbaiki, serta koleksi buku dan perlengkapannya yang ditambah. Selain itu, dilakukan penambahan program literasi, seperti mendirikan komunitas membaca, komunitas menulis, dan komunitas penelitian serta memperkenalkan layanan kecakapan hidup.Sebagai pendidik, peranan guru menjadi motivator atau fasilitator pemanfaatan perpustakaan sehingga perpustakaan tersebut dapat menjadi sumber belajar peserta didik. Guru sebagai motivator harus memberikan motivasi kepada peserta didik dalam rangka meningkatkan pemanfaatan perpustakaan.Oleh sebab itu, berbagai bahan pustaka yang dimiliki di perpustakaan sekolah harus lengkap untuk menunjang proses belajar mengajar, agar tujuannya tercapai, yaitu menunjang proses belajar mengajar.Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional (Mudjito, 2003:3).Bila dikaitkan dengan sekolah, perpustakaan sekolah adalah suatu unit kerja yang ada di suatu sekolah yang menyimpan koleksi bahan perpustakaan yang diatur secara sistematis, digunakan sebagai sumber informasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan (Larasati, 2001:55).Maka dalam pengadaan buku pustakanya, hendaknya pengelola perpurtakaan mempertimbangkan kurikulum sekolah dan juga kebutuhan peserta didik atau guru. Artinya, selain menyediakan buku yang menunjang proses belajar mengajar, penyelenggara juga harus menyediakan buku yang memang sesuai dengan selera siswa dan guru agar perpustakaan menjadi tempat yang nyaman untuk mencari informasi dan pengetahuan lainnya.














